KUYY! logo

Artikel

Mengenal Squash: Olahraga Raket Paling Membakar Kalori

Tim KUYY!
4 menit baca
Bermain squash

Kalau kamu mencari olahraga yang bisa menguras keringat dalam waktu singkat, squash layak masuk daftar teratas. Dimainkan di ruang tertutup dengan memantulkan bola ke dinding depan, squash memadukan kecepatan, strategi, dan stamina dalam satu paket yang bikin ketagihan. Mari kita kupas tuntas kenapa olahraga raket ini sering disebut salah satu pembakar kalori paling efisien.

Apa itu squash, sebenarnya?

Squash dimainkan dua orang (single) atau empat orang (double) di dalam lapangan tertutup berukuran sekitar 9,75 x 6,4 meter dengan empat dinding. Berbeda dari tenis atau padel, kamu tidak memukul bola ke arah lawan, melainkan ke dinding depan. Bola harus mengenai dinding di atas garis bawah (tin) dan di bawah garis atas, lalu kamu dan lawan bergantian memukulnya sebelum memantul dua kali di lantai.

Bola squash sengaja dibuat kurang memantul, jadi pemain harus aktif mengejar dan menempatkan diri. Inilah yang membuat ritme permainan begitu cepat dan menguras tenaga. Satu rally bisa berlangsung 15-30 detik penuh sprint, berhenti mendadak, lalu meledak lagi ke arah lain.

Kenapa squash begitu membakar kalori?

Squash secara konsisten masuk daftar olahraga dengan pembakaran kalori tertinggi per jam — angkanya bisa mencapai 700 sampai 1000 kalori dalam 60 menit, tergantung intensitas dan berat badanmu. Sebagai pembanding, lari santai biasanya membakar sekitar 400-600 kalori per jam. Ada beberapa alasan di balik angka itu:

  • Lapangan kecil, bola cepat. Kamu terus bergerak, berhenti, berputar, dan melompat dalam ruang sempit, hampir tanpa jeda panjang.
  • Interval alami. Pola rally pendek-istirahat-rally menyerupai latihan HIIT, yang efektif membakar lemak bahkan setelah sesi selesai.
  • Melibatkan seluruh tubuh. Kaki untuk berlari dan lunge, inti tubuh untuk keseimbangan, serta bahu dan lengan untuk memukul.
  • Refleks tinggi. Otak dan otot terus bekerja membaca pantulan bola, menjaga detak jantung tetap di zona pembakaran.
Tips praktis: untuk pemula, fokuskan sesi pertama pada konsistensi memukul, bukan kecepatan. Pembakaran kalori akan datang sendiri begitu kamu mampu mempertahankan rally lebih dari 5-6 pukulan tanpa bola mati.

Manfaat lain selain bakar kalori

Squash bukan cuma soal angka di pembakaran lemak. Karena tempo permainannya tinggi dan penuh perubahan arah, manfaatnya menyebar ke banyak aspek kebugaran:

  • Kesehatan jantung. Detak jantung naik cepat dan bertahan tinggi, melatih sistem kardiovaskular secara efisien.
  • Kelincahan dan koordinasi. Gerak menyamping, lunge, dan pivot melatih kaki serta keseimbangan.
  • Refleks dan fokus. Membaca arah bola dalam sepersekian detik mempertajam reaksi dan konsentrasi.
  • Pelepas stres. Seperti olahraga intens lainnya, squash ampuh meredakan tekanan harian; satu sesi singkat sudah cukup untuk menjernihkan pikiran setelah hari yang melelahkan.

Cocok untuk siapa?

Squash ideal buat kamu yang punya jadwal padat tapi ingin latihan berdampak besar. Sesi 30-45 menit sudah cukup untuk merasakan efek penuh — sangat pas jika kamu sedang mencari cara konsisten olahraga saat sibuk. Olahraga ini juga menyenangkan untuk yang suka tantangan refleks dan elemen strategi, karena setiap rally seperti catur fisik: menempatkan bola di sudut tersulit bagi lawan.

Namun karena intensitasnya tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kalau kamu benar-benar baru memulai olahraga, mungkin lebih nyaman membangun fondasi kebugaran dulu. Panduan memilih kelas olahraga untuk pemula bisa membantumu menimbang pilihan. Jika kamu punya riwayat masalah lutut atau jantung, konsultasikan ke dokter sebelum mulai.

Tips memulai squash untuk pemula

Lima langkah ini akan membuat sesi pertamamu jauh lebih lancar dan aman:

  1. Pakai kacamata pelindung. Bola squash kecil, keras, dan bisa melaju di atas 100 km/jam. Kacamata bukan opsional — ini perlindungan wajib.
  2. Kuasai posisi "the T". Setelah memukul, kembalilah ke titik tengah lapangan tempat dua garis bertemu. Dari sini kamu bisa menjangkau hampir semua arah.
  3. Mulai dengan reli pelan. Latih konsistensi dulu sebelum mengejar kecepatan. Target awal: lima pukulan beruntun tanpa bola mati.
  4. Jangan lewatkan pemanasan. Gerakan mendadak menuntut otot yang siap. Lakukan dynamic stretching 5-10 menit; pelajari rinciannya di artikel pentingnya pemanasan dan pendinginan.
  5. Sewa raket dulu, beli belakangan. Banyak lapangan menyediakan sewa raket. Coba beberapa sesi sebelum berinvestasi pada raket sendiri.
Tips praktis: ambil sesi terbimbing atau kelas pemula untuk dua-tiga pertemuan pertama. Pelatih akan mengoreksi grip, footwork, dan posisi badan sejak awal sehingga kamu tidak menumpuk kebiasaan yang sulit diperbaiki.

Kesalahan umum yang perlu dihindari

Pemula sering mengulang pola yang sama. Sadari sejak awal supaya progresmu lebih cepat:

  • Memukul terlalu keras. Akurasi dan penempatan jauh lebih penting daripada tenaga di tahap awal.
  • Berdiri diam setelah memukul. Selalu kembali ke "the T". Berdiam di pinggir membuatmu telat mengejar bola berikutnya.
  • Lupa hidrasi. Intensitas tinggi berarti kamu cepat berkeringat. Bawa botol air dan teguk di sela istirahat agar tenaga dan fokusmu tetap stabil sepanjang sesi.
  • Memaksakan diri di sesi pertama. Otot squash berbeda dari otot lari atau gym. Mulai dari 20-30 menit, lalu naikkan bertahap untuk mencegah cedera.

Saatnya mencoba squash

Squash adalah cara seru untuk membakar kalori, mempertajam refleks, dan melepas penat dalam satu sesi singkat. Yang kamu butuhkan hanyalah lapangan, raket, dan kemauan untuk bergerak cepat. Lihat panduan kelas squash untuk menemukan lapangan dan sesi terdekat, atau jelajahi pilihan lain di KUYY! jika ingin membandingkan dengan olahraga raket seperti tenis dan padel sebelum memutuskan. Pukulan pertamamu menanti — ayo mulai!

Bagikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi tips olahraga, panduan kelas, dan inspirasi sehat lainnya di blog kami.

Lihat Semua Artikel